Mind Mapping (PENGUKURAN DAN PENGENDALIAN BIAYA MUTU (KUALITAS) DAN PRODUKTIVITAS)

PENGUKURAN DAN PENGENDALIAN BIAYA MUTU (KUALITAS) DAN PRODUKTIVITAS


Pengukuran Biaya Mutu

Pengukuran dan Pengendalian Produktivitas


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Etika Profesi Akuntansi

Setiap profesi pasti mempunyai kode etiknya masing masing agar memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Di dalam akuntansi juga memiliki etika yang harus di patuhi oleh setiap anggotanya. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

ETIKA PROFESI AKUNTANSI MENURUT IAI
Etika profesi akuntan di Indonesia diatur dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
  1. Prinsip Etika, prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota
  2. Aturan Etika, aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkuta
  3. Interpretasi Aturan Etika, Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

PRINSIP ETIKA AKUNTAN

Kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika sebagai berikut : (Mulyadi, 2001: 53)

1.      Tanggung Jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

2.      Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

3.      Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.

4.      Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

5.      Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.

6.      Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

7.      Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8.      Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan

Sumber :


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

ETIKA BISNIS

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat. Prinsip bisnis yang baik bagi perusahaan adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Menurut Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
  • Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya
  • Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain
  • Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Prinsip Umum Etika Bisnis:
  • Prinsip Otonomi : Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik dilakukan.
  •  Prinsip Kejujuran : Kejujuran merupakan sebuah prinsip etika bisnis karena mitos keliru bahwa bisnis adalah kegiatan tipu - menipu demi meraup untung.
  • Prinsip Keadilan : Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang dalam kegiatan bisnis entah dalam relasi eksternal perusahaan maupun relasi internal perusahaan perlu diperlakukan sesuai dengan haknya masing - masing. Keadilan menuntut agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya
  • Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle) : Prinsip ini menuntut agar bisnis di jalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak
  • Prinsip integritas moral : Prinsip ini terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaannya.

Perilaku dalam Etika Bisnis

1. Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika 
     
     Tujuan dari sebuah bisnis kecil adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang. Untuk melakukan itu, penting bahwa semua karyawan dipapan dan bahwa kinerja mereka dan perilaku berkontribusi pada kesuksesan perusahaan. Perilaku karyawan, bagaimanapun dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal diluar bisnis. Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku karyawan yang dapat sinyal masalah.

 2.  Saling Ketergantungan antara Bisnis dan Masyarakat
   
Bisnis melibatkan hubungan ekonomi dengan banyak kelompok orang yang dikenal sebagai stakeholders, yaitu pelanggan, tenaga kerja, stockholders, suppliers, pesaing, pemerintah dan komunitas. Oleh karena itu para pebisnis harus mempertimbangkan semua bagian dari stakeholders dan bukan hanya stockholdernya saja. Pelanggan, penyalur, pesaing, tenaga kerja dan bahkan pemegang saham adalah pihak yang sering berperan untuk keberhasilan dalam berbisnis. Lingkungan bisnis yang mempengaruhi perilaku etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro.
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif
Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan  itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah-masalah etis dalam melakukan kegiatan sehari-hari. bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis.Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain adalah

a. Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
b. Hubungan dengan karyawan
c. Hubungan antar bisnis
d. Hubungan dengan Investor 
e. Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan 

3.   Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika

Etika bisnis dalam suatu perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu bisnis yang kokoh dan kuat dan mempunyai daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan untuk menciptakan nilai yang tinggi. Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral.
Tolak ukur dalam etika bisnis adalah standar moral. Seorang pengusaha yang beretika selalu mempertimbangkan standar moral dalam mengambil keputusan, apakah keputusan ini dinilai baik atau buruk oleh masyarakat, apakah keputusan ini berdampak baik atau buruk bagi orang lain, atau apakah keputusan ini melanggar hukum.
Dalam menciptakan etika bisnis perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain  pengendalian diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, mampu menyatakan hal yang benar, Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah, Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama dan lain sebagainya.

4. Perkembangan Dalam Etika Bisnis

Kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis.

5. Etika Bisnis Dalam Akuntansi

Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya telah membuktikan bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik.

Dalam menciptakan etika bisnis,  Dalimunthe (2004) menganjurkan untuk memperhatikan hal sebagai berikut :

·     Pengendalian Diri 
Artinya, pelaku-pelaku bisnis mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.

·     Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility)
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi.

·    Mempertahankan Jati Diri
Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh  pesatnya perkembangan informasi dan teknologi adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. 

·     Menciptakan Persaingan yang Sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah,

·     Menerapkan Konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa datang.

·    Menghindari Sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi,Kolusi dan komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.

·     Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar
Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit  (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.

·     Menumbuhkan Sikap Saling Percaya antar Golongan Pengusaha
Untuk menciptakan kondisi bisnis yang “kondusif” harus ada sikap saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah, sehingga pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis. 

·     Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan main Bersama
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada “oknum”, baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan “kecurangan” demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan “gugur” satu demi satu. 

·     Memelihara Kesepakatan
Memelihara kesepakatan atau menumbuh kembangkan Kesadaran dan rasa Memiliki terhadap apa yang telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis. Jika etika ini telah dimiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis. 

·     Menuangkan ke dalam Hukum Positif
Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti “proteksi” terhadap pengusaha lemah

Sumber :



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tugas Softskill : Description Photos

I joined the BEM economics faculty members of the Gunadarma University. One time,  I was elected as the chairman of the seminar.  Every day I have always held a meeting and think about the concept of the show that I will make. As well as how the course of events and  anyone who will be a speaker at the seminar that I created. I also make the arrangement committee and designing a concept that talks about entrepreneur. And finally I found my theme for the seminar is "Find Your Success With The Best Marketing Strategy" with well-known speakers are invited Kebab Baba Rafi’s owner is Hendi Setiono, Elang Group’s owner is Elang Gumilang, Lecturer namely Roy Darmawan from University of Indonesia and Miss entrepreneurial Indonesia 2012. And then, I and committee members held a promotion and selling ticket for the event , and within a week of tickets were sold out .




Seminar day arrived , all preparations have been made ​​for the continuity of the show . Start of the event concept , equipment , banners , speakers , and other performers. But suddenly mc could not attend due to illness. Therefore , I am looking for ways to mc can remain there . Because there is no other solution in the end, I was also a mc in the event that I created . I immediately learned how to be a good mc . although feeling nervous but I 'll try and hope the event goes smoothly and very good. After the event , I was leading the event and accompanied by an Miss Entrepreneurial, so I am not nervous too. The event was running smoothly, all speakers and performers do the best, so did its job with me.



Finally, after the event is over and running smoothly, I was crying, but happy and thrilled because  I am that makes the show, assisted by other members and I am also the MC of the event. After that, we also BEM FE 2012-2013 conducted an evaluation and make improvements to the BEM events in the future that could be better.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

TUGAS REVIEW FILM (TWILIGHT)

Bella Swan has always been a little bit different. Never one to run with the crowd, Bella never cared about fitting in with the trendy, plastic girls at her Phoenix, Arizona high school. When her mother remarried and Bella chooses to live with her father in the rainy little town of Forks, Washington, she didn't expect much of anything to change. But things do change when she meets the mysterious and dazzlingly beautiful Edward Cullen. For Edward is nothing like any boy she's ever met. He's nothing like anyone she's ever met, period. He's intelligent and witty, and he seems to see straight into her soul. In no time at all, they are swept up in a passionate and decidedly unorthodox romance - unorthodox because Edward really isn't like the other boys. He can run faster than a mountain lion. He can stop a moving car with his bare hands. Oh, and he hasn't aged since 1918. Like all vampires, he's immortal. That's right - vampire. But he doesn't have fangs - that's just in the movies. And he doesn't drink human blood, though Edward and his family are unique among vampires in that lifestyle choice. To Edward, Bella is that thing he has waited 90 years for - a soul mate. But the closer they get, the more Edward must struggle to resist the primal pull of her scent, which could send him into an uncontrollable frenzy. Somehow or other, they will have to manage their unmanageable love. But when unexpected visitors come to town and realize that there is a human among them Edward must fight to save Bella.

Why I love this movie? I thought the movie was awesome. They took out enough to make somewhat different, so it's good. A modern, visual, and visceral Romeo and Juliet story of the ultimate forbidden love affair - between vampire and mortal. and then he confesses his feelings for her and the truth about himself.

Who’s actor that I liked in this movie? In this movie, I like Edward Cullen is played by actor Robert Pattinson. He is very handsome, protagonist vampire and deep love interest of Bella. He is so gentle and caring towards Bella-maybe a bit over protective. And the fact that he said he'd been waiting for her. Though Bella repeatedly describes Edward as angelic, Edward is the first to acknowledge that he has a dark side. Edward fight for her love though their love is forbidden. The most important one being that he's extremely careful about not hurting Bella. He struggles with his bloodlust, attempting to control it so that he doesn't kill this girl he loves
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

What will you do after graduate from Gunadarma University ?


Setelah saya lulus dari Universitas Gunadarma dan meraih gelar Sarjana Ekonomi, saya ingin bekerja di suatu perusahaan yang besar sebagai seorang akuntan tetapi tidak menutup kemungkinan juga keinginan saya adalah seorang pengusaha. Menjadi seorang akuntan saya rasa memang agak sulit karena ini menyangkut keuangan dan kinerja dari perusahaan. Menurut saya sebagai seorang akuntan yang mengelola, membuat dan melaporkan seluruh keuangan dari pendapatan dan pengeluaran perusahaan tidak mudah, dan harus mempunyai tanggung jawab yang besar. Saya ingin menjadi seorang akuntan karena tidak terlepas dari jurusan dan gelar yang nanti saya akan dapat. Jika memungkinkan kedepannya, saya juga ingin melanjutkan kuliah saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu dengan program S2. 
Selain itu, saya ingin menjadi seorang pengusaha jasa yang membuat suatu lembaga mengajar untuk mengajarkan anak sekolah ataupun perguruan tinggi  dengan mempekerjakan mahasiswa, mahasiswi atau orang yang membutuhkan pekerjaan. Selain untuk mencari kebutuhan finansial, dengan usaha ini pun bertujuan untuk membagi ilmu kepada orang banyak. Ini dikarenakan saya senang dan memang menjadi pekerjaan dari masih sekolah SMA dengan mengajar murid-murid SD atau SMP. Dan saya berharap saya ingin bukan hanya menjadi pengajar tetapi dapat menciptakan lapangan kerja dengan mempekerjakan para pengajar dengan membuat usaha tersebut.
            So, the conclusion is after graduated from Gunadarma University, I want to be a professional accountant in the big company, it because my major is accounting and my degree is economic later. But I also want to be an entrepreneur services that teaching the students from primary school, junior high school or senior high school. Making it effort with take the teacher from collage student in various university or teacher who need jobs. So, I can make an effort is very useful for many people and share knowledge with many students.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Why English is important for your major?

Menurut saya, bahasa Inggris adalah bahasa kedua yang penting dalam kehidupan sehari-hari selain yang utama adalah bahasa Indonesia. Why is that? Karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang dapat menghubungkan dua atau lebih orang yang berbeda suku bangsa ataupun berbagai negara dan dapat disatukan dalam bahasa Inggris ketika berkomunikasi. Bahasa Inggris wajib dikuasai karena dalam kehidupan sehari-hari pun kita dihadapkan dengan bahasa Inggris misalnya dengan membeli makanan, minuman atau barang-barang lainnya yang tercantum dalam kemasan yang menggunakan bahasa Inggris.

Bahasa Inggris juga digunakan dalam hampir semua jurusan di perguruan tinggi. Accounting is one of the majors are using often in the English language. Maka dari itu disini saya akan membahas mengapa bahasa Inggris penting dalam akuntansi. Seperti yang kita ketahui, akuntansi berguna untuk membuat, mengolah, melaporkan dan menyusun laporan keuangan dan dalam laporan keuangan tersebut sering menemukan rekening-rekening yang menggunakan bahasa Inggris misalnya debet, credit, cash, asset, liability, capital, etc.  Juga sebagai seorang yang mengambil jurusan akuntansi sering pula menemukan istilah-istilah yang berhubungan dengan akuntansi. Akuntansi menyediakan informasi kepada pemangku kepentingan dan para pemilik saham. Dalam menyampaikan informasinya seorang akuntan menyediakan laporan juga harus menggunakan bahasa Inggris agar para investor terutama investor asing bisa mengerti laporan tersebut dan dapat mengambil keputusan.

Di dalam perusahaan baik lokal maupun perusahaan asing kini banyak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa yang digunakan untuk berbicara, berkomunikasi, dan juga dalam membuat laporan-laporan. Komunikasi dengan pihak asing, di bidang akuntansi dan keuangan memang tidak sesering di bidang pemasaran tetapi ada berbagai pekerjaan akuntansi yang banyak menggunrakan bahasa Inggris yaitu mulai dari petunjuk menggunakan software akuntansi, sampai dengan menginterprestasikan standar akuntansi yang banyak menggunakan literature asing. Selain itu juga jika perusahaan berhubungan dengan vendor dan customer dari negara lain yang mengharuskan berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa harus menyadari betapa pentingnya bahasa Inggris apalagi ketika kita masuk ke dalam dunia kerja. Itulah mengapa mahasiswa jurusan akuntansi termasuk saya perlu untuk belajar bahasa inggris bisnis karena seorang akuntan tidak terlepas dari bahasa Inggris dalam pekerjaannya.

So, English language is very important for accounting because it is International languages and it means that almost all company using the English language for making, processing, reporting and preparing financial reports or annual report. For examples, if making a financial report  with English language accounts, using accounting software and using the standard of accounting foreign. English language is also important to communicate with shareholders, stakeholders, customers, vendors, investors, etc. In order that,  accounting majors need to learn English.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS